Trik Foto Dengan Hp, 6 Langkah Hasilkan Gambar Cantik

Beberapa hal sederhana dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fotografi via smartphone secara dramatis.

176

Ponsel pintar masa kini pada umumnya dibekali kamera canggih demi memenuhi kebutuhan pengguna untuk mengabadikan momen-momen spesial dalam hidupnya. Bahkan smartphone terbaik kerapkali memiliki sensor yang lebih canggih dibandingkan kamera level pemula, yang dipadu dengan chipset berkecepatan tinggi serta sistem operasi papan atas.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa tidak setiap foto yang dihasilkan smartphone canggih dapat dikategorikan gambar yang 'memukau'. Tentunya hal ini juga tergantung pada siapa yang membidik gambar tersebut alias penggunanya.

Untuk itu, ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan agar secara dramatis dapat meningkatkan kemampuan fotografi via smartphone. Entah untuk kebutuhan selfie untuk Instagram ataupun menyimpan kenang-kenangan saat berlibur, berikut beberapa panduan sederhana yang cukup mudah diikuti. Coba yuk.

Kenali Aturan Sepertiga

Rule of thirds alias aturan sepertiga adalah prinsip komposisi dasar dalam fotografi, berupa petunjuk bagaimana memposisikan obyek pada sepertiga bagian dalam foto agar lebih nyaman dilihat.

Ketika membidik foto, bayangkan layar smartphone Anda terbagi menjadi tiga bagian, baik secara vertikal maupun horisontal. Kemudian coba memposisikan subyek dan titik-titik visual lainnya di persimpangan garis 'aturan sepertiga' tersebut.

Rule of Thirds dalam fotografi

Cukup banyak smartphone yang memungkinkan penggunanya mengaktifkan garis bantu 'aturan ketiga' untuk mengkomposisikan gambar. Lewat garis bantu tersebut, Anda akan dengan mudah menghindari kesan amatir dan menghasilkan foto yang lebih nyaman dilihat.

Coba Sudut Baru

Salah satu cara mudah untuk mendapatkan hasil foto yang bagus adalah dengan lebih berani mencoba cara baru dalam menggenggam ponsel dan membidik kamera Anda. Tidak hanya berputar-putar antara potrait dan landscape, namun Anda pun dapat mencoba mengubah posisi, berjongkok, dan menemukan sudut baru.

Tips foto dengan Hp

Tidak hanya dalam penggunaan kamera smartphone, aturan ini juga berlaku bagi Anda yang menggunakan kamera DSLR atau mirrorless.

Gunakan HDR Untuk Foto-foto 'The Golden Hour'

Golden Hour merujuk pada waktu singkat yang terjadi ketika matahari terbit atau terbenam yang dapat memberikan peluang kepada kita untuk menghasilkan foto nan indah. Momen tersebut akan meningkatkan tone warna hangat ketika matahari nyaris menyentuh cakrawala, atau dapat dimanfaatkan untuk membidik permulaan warna malam yang sejuk dengan sedikit kecerahan sebagai latar belakang atau berupa pantulan.

Mode HDR

Jika kamera di ponsel Anda memiliki mode HDR (High Dynamic Range), maka 'The Golden Hour' adalah momen yang tepat untuk mengaktifkannya. Aktifkan mode HDR dengan mengubahnya menjadi 'On', bukan 'Auto' atau 'Off', untuk memastikan menggunakan kekuatan jangkauan dinamisnya secara menyeluruh.

Mode HDR juga cocok digunakan ketika terbentang jarak yang lebar antara bagian yang lebih gelap dan lebih terang dalam foto Anda. Namun harus dihindari penggunaannya untuk membidik subyek yang bergerak cepat atau saat Anda tidak dapat menjaga kestabilan posisi ponsel Anda.

Kenali Mode Manual

Cukup banyak kamera ponsel kini dibekali mode manual sehingga pengguna dapat meningkatkan kontrol saat membidik foto, baik itu tingkat eksposure, white balance, sensitifitas ISO, serta fokus manual.

Setidaknya ada tiga kondisi dimana mode manual akan cukup berguna. Pertama saat Anda ingin mengambil gambar lebih dekat (close-up), mengingat terkadang autofokus pada smartphone kesulitan untuk mengambil gambar obyek secara close-up.

Kedua, Anda dapat meredam kecepatan rana untuk mendapatkan gambar yang lebih baik dalam kondisi kurang cahaya. Dengan menjaga shutter terbuka lebih lama membuat lebih banyak cahaya tertangkap lensa.

Fokus Foto

Jika ponsel Anda memiliki kamera yang stabil, Anda terkadang dapat menjaga bukaan rana selama sekitar seperempat detik agar mendapatkan hasil yang tetap tajam. Sebaliknya, dalam kondisi cerah Anda dapat mengatur kecepatan rana untuk memastikan agar tidak menghasilkan foto yang buram.

Ketiga, mengenai ISO yang mengendalikan sensitifitas sensor. Saat diatur secara otomatis, sensitifitas ISO akan meningkat seiring menurunnya ketersediaan cahaya. Sementara beberapa fotografer profesional menggunakan ISO tinggi untuk tampilan kasar, foto dengan ponsel biasanya terlihat paling baik saat ISO diatur serendah mungkin.

Manfaatkan Mode 'Bokeh'

Jika memiliki smartphone dengan beberapa kamera belakang atau software canggih, Anda kemungkinan bisa mengakses mode 'Bokeh' alias menghasilkan foto sebuah obyek dengan latar belakang blur. Foto ini menciptakan kedalaman dari sebuah pemandangan yang Anda bidik, membuat kamera membedakan antara bagian atas dengan latar belakang.

Hasilnya mirip dengan gambar yang diambil dengan aperture sangat lebar di DSLR atau lensa kamera kompak, menampilkan subyek dengan fokus yang lebih tajam.

Sayangnya, sebagian besar ponsel tidak dapat melakukan tanpa bantuan software. Ponsel pintar terbaik pun masih memiliki sensor dan lensa yang relatif kecil. Meskipun lensa smartphone memiliki aperture lebar, ukuran aperture sebenarnya tetap kecil.

Bokeh pada foto
sumber: Tech Radar

Dengan demikian, latar belakang secara alami menjadi buram karena kecil dan hanya menjadi jelas ketika subyek Anda di posisi yang sangat dekat. Untuk hasil terbaik, usahakan subyek berada sekitar 1,5 meter sehingga menghasilkan perbedaan yang jelas antara jarak latar depan dan latar belakang.

Pengaturan Fokus dan Eksposure

Bahkan jika menggunakan mode Auto, sebuah kamera ponsel masih dapat dikendalikan oleh penggunanya di sebagian besar elemen. Salah satunya adalah fokus.

Ketika membidik pemandangan jarak jauh, biasanya Anda tidak perlu kuatir tentang fokus karena ponsel secara natural menggunakan fokus tak terbatas.

Namun, poin focal tidak hanya berdampak pada fokus, juga pada eksposur alias pencahayaan. Sebagian besar ponsel mengubah tingkat kecerahan gambar untuk memastikan subyek yang dituju tampak cerah dan jelas.

Nah... eksposur berlebihan ini yang harus dihindari, terutama saat menggunakan ponsel yang tidak dibekali pemrosesan gambar yang baik atau HDR yang efektif. Inilah bagian dimana sebuah gambar dapat berubah menjadi putih blok karena sensor menerima terlalu banyak cahaya.

Lalu, bagaimana cara memperbaikinya?

Beberapa mode Auto memiliki alat untuk menggeser eksposur yang tampil pada titik fokus, atau memungkinkan Anda dapat memilih beberapa tempat untuk fokus dan eksposur dengan menekan jari pada layar dan menariknya seputar retikel kedua.

Semakin canggih kamera Anda, semakin kecil kekuatiran terkait eksposur yang berlebihan. Software yang lebih pintar umumnya memiliki pengukuran eksposur yang lebih baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.