Rambut rontok bagi sebagian orang bukanlah masalah besar. Tapi ternyata rambut yang rontok terus menerus bisa menjadi penyebab seorang pria depresi hingga mengakhiri hidupnya jelang Tahun Baru 2018. Pengentau kisahnya?

Seorang pria berusia 27 tahun frustasi dengan masalah rambut rontok hingga tewas bunuh diri di kota Madurai di India, demikian menurut The Times of India. Teknisi software bernama R Mithun Raj tersebut diduga mengalami masalah di kulit kepala yang membuat rambutnya rontok meskipun telah bereksperimen dengan berbagai obat untuk mencegah kerontokan rambut.

Pada hari Minggu, ibunda Raj menemukan putranya tergantung di langit-langit sebuah ruangan. Meskipun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawa Raj tidak tertolong lagi dan dinyatakan telah tewas.

Pengentau nih, sebenarnya bisa nggak sih menumbuhkan kembali rambut setelah mengalami kerontokan?

Dalam sebuah artikel lainnya yang dilansir melalui GQ, Dr. Francesco Fusco, MD dari Wezler Dermatology di New York City memberikan wawasan dan saran terkait masalah kerontokan rambut yang dialami pria.

Baca juga Kisah Inspiratif: Kakek Ini Sukses Taklukan Diabetes Tipe 2 Dengan Coklat Dan Anggur!

Mengapa rambut saya rontok?

Menurut Fusco, proses yang disebut miniaturisasi terjadi pada level folikular ketika rambut rontok. "Miniaturisasi mengacu pada penyusutan folikel rambut yang lambat dan berkurangnya rambut di dalam, hingga akhirnya folikel benar-benar tidak lagi ada. Sisa rambut kecil rontok dan tidak ada yang tumbuh kembali," tutur Fusco.

Menurutnya, masalah ini pada umumnya sehubungan dengan faktor genetika dan disebabkan oleh sebuah hormon yang disebut dihidrotestosteron (DHT) yang merupakan produk sampingan dari testosteron. DHT menempel pada folikel dan kemudian secara lambat menyusutkannya. Hal ini paling sering terjadi di pelipis, mahkota, serta bagian depan kepala.

Kebotakan pria

Ada kemungkinan tumbuh kembali?

Tergantung. "Jika folikel telah tertutup, lenyap, membentuk bekas luka, atau tidak mengeluarkan rambut baru selama bertahun-tahun, maka rambut baru tidak bisa lagi tumbuh," jelas Fusco.

"Namun jika folikel masih utuh, ya, ada peluang untuk menumbuhkan rambut kembali atau meningkatkan kesehatan dari rambut tipis yang ada."

Apa yang dapat saya lakukan?

Berikut beberapa langkah yang umum dilakukan dan sejumlah langkah yang tidak umum:

Pengobatan oral

"Dalam kasus androgenetic alopecia (yang dikenal dengan pola kebotakan pria akibat folikel mengerut), finasteride masih menjadi standar emas," ungkap Fusco.

Sekedar informasi, finasteride adalah versi generik dari Propecia yang dapat diresepkan oleh dermatologis. Menurut Fusco, pria yang berusia lebih muda dapat memperlambat kerontokan rambut dengan mulai mengkonsumsi finasteride sehari-hari.

"Obat ini bekerja dengan menghambat enzim yang menyebabkan rambut rontok. Dalam uji klinis, 90 persen pasien ada yang kembali mendapat rambut atau menjaga rambut mereka lebih dari periode lima tahun."

Pengobatan topikal

Ada beberapa alternatif lain selain finasteride seandainya jenis pengobatan tersebut tidak efektif atau memiliki efek sampingan. Salah satunya adalah minoxidil (alias Rogaine). Ini adalah produk topikal yang menstimulasi pertumbuhan rambut dengan mengaktivasi saluran potasium dalam folikel. Ini menyasar pada pertumbuhan rambut dan prostaglandins yang mendorong pertumbuhan rambut.

"Menjaga rambut dalam siklus pertumbuhan dengan periode waktu yang lebih lama," ujar Fusco sambil menyarankan untuk mendatangi dermatologis yang mungkin dapat memberikan resep formulasi minodixil dengan persentase lebih tinggi.

Ribet atasi semut, simak Cara Mudah Atasi Semut, Antara Cuka Putih Hingga Tembakau

Suplemen Herbal

Salah satu buah berry dari tumbuhan asli Amerika Utara yang dikenal dengan nama Saw Palmetto (Sabal) populer diantara pria yang enggan untuk mengkonsumsi finasteride. Suplemen herbal ini biasanya digunakan untuk mengobati pria yang mengalami gangguan prostat.

"Saw palmetto tersedia di konter dan adalah sebuah herba yang secara tradisional digunakan untuk mengobati pria yang mengalami masalah prostat. Ini populer di kalangan pria yang enggan mengkonsumsi finasteride karena dinilai saw palmetto mungkin menghambat beberapa aktivitas reseptor pada folikel rambut yang distimulasikan dala androgenetic alopecia," tutur Fusco.

Fusco menyarankan mengkonsumsi produk herbal bagi yang tidak ingin menggunakan finasteride. Salah satu yang dianggap aktif dalam proses pertumbuhan rambut diantaranya ginseng, biji labu, seng, vitamin B6, horsetail extract, rosemary, dan chamomile, beberapa sebagai suplemen dan beberapa digunakan secara topikal.

"Telah disarankan bahwa salah satu dari bahan ini atau kombinasi dari mereka mungkin mengaktifkan pertumbuhan folikel dan meningkatkan kesehatan kulit kepala dan rambut," papar Fusco.

Salah satu suplemen yang dinilai efektif adalah multivitamin yang diberinama Nutrafol for Men (Fusco tidak dibayar untuk mempromosikannya). Menurutnya, banyak pasien yang telah melihat rambutnya kembali tumbuh, rambut yang lebih tebal dan kulit kepala yang lebih sehat setelah menggunakannya.

"Ini dipaketkan dengan kandungan botanikal yang membantu berbagai pemicu buruknya kesehatan rambut, termasuk kehilangan rambut karena radang, stres, ketidakseimbangan hormon, genetis, dan racun lingkungan," kata Fusco.

Suntikan plasma

"Suntikan plasma yang kaya platelet (PRP) telah digunakan di bidang pengobatan lainnya selama lebih dari satu dekade namun baru mencapai bidang dermatologi pada lima tahun terakhir.

"Darah adalah diekstrak dari seseorang yang mengalami kerontokan rambut dan 'faktor pertumbuhan' diekstrak dari darah, kemudian disuntikan kembali ke kulit kepala dimana kerontokan rambut terjadi," jelas Fusco yang menilai proses ini cukup menjanjikan sebagai perawatan kerontokan rambut dan peluang menumbuhkan kembali, meskipun mengaku masih banyak yang tengah dipelajari mengenai proses tersebut.

Adakah teknologi masa depan yang mampu mengatasi masalah kerontokan rambut?

"Ada sangat banyak kabar mengenai kloning folikel rambut dan kemudian menyuntikannya ke area dimana seseorang kehilangan rambutnya. Saya percaya ini langkah selanjutnya dan sangat bergairah menantikannya," jawab Fusco.

Selain itu, sang dermatologis juga optimis sehubungan teknologi yang menyuntikan faktor pertumbuhan ke kulit kepala dan folikel dalam rangka menstimulasi pertumbuhan rambut, serta terapi sinar level rendah yang menggunakan terapi laser.

Jadi, apa langkah yang paling tepat untuk dilakukan saat ini?

Bagi seseorang yang keluarganya memiliki sejarah androgenetic alopecia atau menipisnya rambut, disarankan untuk mengunjungi dermatologis dan mendiskusikan pencegahan terbaik atau metode perawatan.

Sebagai tambahan, juga penting untuk 'menjaga diet sehat dan higienis rambut dan kulit kepala untuk menjaga kesehatan sisa rambut'.

(Managing Editor) Lulusan S1 (Sarjana Komputer Informatika ) Universitas Bina Nusantara. Serius menekuni desain grafis baik online dan offline sejak 2004 seperti pembuatan company profile perusahaan, brosur, katalog majalah dan kegiatan desain lainnya serta managing editor Pengentau.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here