Siapa yang tidak kenal dengan jangkrik? Serangga yang satu ini ternyata sedang naik daun di tahun 2018 hingga, dalam sebuah artikel di Telegraph, terpilih sebagai salah satu tren kesehatan dan kebugaran jaman 'now'.

Menurut siaran pers yang dilansir dari Digital Journal, pasar serangga yang bisa dimakan atau 'Edible Insects Market' sedang meningkat pesat hingga 7,2% dari tahun 2017 hingga 2023. Serangga, terutama yang tidak berbahaya dan dinilai aman untuk dikonsumsi manusia tersebut mengandung kaya protein, vitamin, dan asam amino serta tidak menghasilkan gas beracun seperti amonia yang berbahaya bagi lingkungan.

Jangkrik Jadi Tren Kesehatan

Salah satu serangga yang tengah naik daun dan menjadi tren kesehatan tahun 2018 adalah jangkrik. Bahkan pada akhir November 2017, perusahaan roti dan jasa makanan asal Finlandia, Fazer, meluncurkan roti berbasis serangga pertama di dunia yang mengandung jangkrik kering.

"Roti, dibuat dari tepung terigu, dari jangkrik kering juga tepung gandum dan biji-bijian, mengandung lebih banyak protein dibandingkan roti gandum biasa. Setiap roti berisi sekitar 70 jangkrik dan harganya 3,99 euro (sekitar Rp 63 ribu), dibandingkan dengan 2 atau 3 euro untuk roti gandum reguler," demikian dilansir dari Reuters per tanggal 23 November 2017.

Bacaan menarik Fiksi Atau Fakta: Olesan Mentega Pada Luka Bakar Hingga Bawang Di Kaos Kaki Untuk Usir Demam

"Ini menawarkan sumber protein yang bagus pada konsumen dan juga memberikan mereka cara mudah untuk membiasakan diri dengan makanan berbasis serangga," kata Juhani Sibakov, kepala inovasi di Fazer Bakeries.

Tidak hanya itu, bintang film Hollywood Angelina Jolie pun mengakui bahwa anak-anaknya gemar mengkonsumsi jangkrik layaknya 'doritos' (keripik tortilla berbumbu), sementara beberapa koki terkenal seperti Heston Blumenthal dan Noma Rene Redzepi juga menyajikan menu berbahan serangga bagi tamu-tamunya.

Sementara bagi sebagian masyarakat di Indonesia, selain identik dengan pakan burung kicauan dan reptil, jangkrik pun tak jarang diolah sebagai makanan cemilan yang renyah dan kaya protein. Diantaranya berbentuk jangkrik goreng, rempeyek jangkrik, kerupuk jangkrik dan sebagainya.

Pengentau mengapa jangkrik bisa jadi salah satu tren kesehatan 2018? Yuk kita bahas...

Jika tahun lalu bubuk protein yang bermanfaat untuk memperoleh otot maksimal tengah nge-tren, tahun ini makanan berbahan dasar serangga diprediksi akan populer. Apalagi banyak serangga yang mengandung protein hingga 80%, juga kaya akan kandungan asam amino esensial dan asam lemak omega-3.

Diantara sejumlah serangga yang layak dimakan seperti ulat, lebah, semut, kumbang, dan belalang, inilah lima alasan mengapa jangkrik menjadi salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan seperti dilansir dari sebuah artikel di Huffington Post.

Cek Ternyata Gejala Serangan Jantung Bisa Timbul Akibat 'Patah Hati'!

Seperempat populasi dunia sadar bahwa serangga biasanya sangat lezat

Belajar untuk mengkonsumsi serangga dikenal dengan nama entomophagy. Biasanya serangga disantap oleh sekitar 2 miliar orang per hari, terutama di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Orang-orang telah berabad-abad mengkonsumsi serangga, bahkan telah menjadi makanan pokok dari berbagai menu diet di seluruh dunia.

Menyantap jangkrik adalah hal yang sulit dilakukan di dunia Barat. Kemungkinan terkait revolusi agrikultural ketika serangga dilihat sebagai hama yang menghancurkan tanaman pangan. Namun saat ini, banyak pihak memandang serangga dengan cara yang berbeda sehingga dengan mudah menyantap tubuh serangga yang garing serta menikmati seluruh manfaat yang terkandung di dalamnya.

Jangkrik padat bergizi, mengalahkan sumber daging tradisional lainnya

Jangkrik memiliki profil nutrisi yang sangat baik, menjadi sumber protein, vitamin, dan mineral. Serangga bersuara khas ini mengandung protein hingga 65%, sementara kandungan protein di beberapa serangga lainnya bahkan bisa mencapai 80%. Yang mencengangkan, sejumlah serangga memiliki kandungan zat besi yang jauh lebih banyak dibandingkan daging sapi.

Jangkrik merupakan sumber protein yang lengkap, artinya mengandung semua asam amino esensial. Serangga pelompat ini juga mengandung asam lemak omega 3 dan 6, serta kaya kalsium dan vitamin B12.

Jangkrik ramah lingkungan

Di saat industri agrikultur hewan saat ini menjadi salah satu kontributor terbesar dari berlangsungnya isu pemanasan global, maka jangkrik dan serangga lainnya merupakan alternatif protein hewani yang dapat mengurangi dampak negatif. Serangga memiliki jejak ekologi yang kecil secara mereka memancarkan gas rumah kaca yang jauh lebih sedikit, dan membutuhkan lebih sedikit air.

Jangkrik sangat serbaguna

Memiliki cita rasa yang halus, jangkrik terkadang digambarkan mirip kacang atau bahkan memiliki rasa seperti popcorn. Dapat diolah dalam beragam jenis makanan, bentuk terbaru yang sering digunakan adalah jangkrik dalam bentuk tepung. Beberapa sendok makan tepung jangkrik dapat mengandung manfaat nutrisi bagi makanan apapun. Tepung jangkrik dapat ditambahkan pada smoothies, untuk memanggang, saus, dan sebagainya.

Jangkrik panggang juga memiliki manfaat yang luar biasa dan dapat disantap sebagai makanan ringan, dibalut coklat, atau dibumbui sesuai selera. Bahkan Anda juga dapat menambahkannya dalam makanan favoritmu, mengaduk dengan nasi goreng atau menambahkannya di tacos.

(Managing Editor) Lulusan S1 (Sarjana Komputer Informatika ) Universitas Bina Nusantara. Serius menekuni desain grafis baik online dan offline sejak 2004 seperti pembuatan company profile perusahaan, brosur, katalog majalah dan kegiatan desain lainnya serta managing editor Pengentau.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here