Seperti apa sih laptop gaming terbaik? Sebelum melanjutkan, ada baiknya untuk menyamakan persepsi mengenai kondisi sebuah laptop layak dinobatkan menjadi perangkat gaming yang baik.

Di tingkat tertentu, nyaris seluruh notebook PC saat ini dapat digunakan sebagai laptop gaming. Berbagai laptop terkini pada umumnya dijalankan dengan CPU Intel generasi ketujuh atau kedelapan Core i5 dan Core i7, atau chip AMD A10 atau A12, yang mampu menjalankan sederet judul game dasar dengan mudah, tentu dengan pengaturan resolusi layar dan grafik yang memadai.

Chip-chip tersebut memiliki akselerasi grafik yang sederhana, yang dibutuhkan untuk bermain game berbasis web atau game biasa seperti Plants vs Zombie.

Namun sudut pandang Anda akan berbeda jika laptop tersebut hendak dimanfaatkan untuk, misalkan, bermain iterasi terbaru dari Tomb Raider atau Far Cry. Disinilah tingkat chip grafis khusus mulai diperhitungkan dan menjadi titik awal untuk lebih serius memilih laptop gaming terbaik.

Berikut rentetan komponen yang harus diperhitungkan untuk mendapatkan laptop gaming ekonomis alias 'murah' edisi 2018.

Fokus Utama: Prosesor Grafis

Chip grafis khusus adalah inti dari komputer gaming manapun. GeForce GTX dari Nvidia mendominasi pasar saat ini, dan chip teranyar hingga pertengahan tahun 2018 adalah seri GeForce GTX 1000, atau keluarga 'Pascal' yang merupakan generasi penerus dari 'Maxwell', yang digulirkan tahun 2016.

Saat menggunakan arsitektur 'Maxwell' maka performa chip grafis-mobile adalah sekitar 70 hingga 80 persen dari apa yang Anda peroleh ketika menggunakannya di desktop. Namun 'Pascal' menawarkan performa yang nyaris setara dengan versi desktopnya.

Chip gaming Pascal, GeForce GTX 1050, mampu menangani sebagian besar game teranyar di resolusi 1080p dengan pengaturan menengah hingga tinggi. Namun perlu diingat, GTX 1050 kemungkinan akan 'ngos-ngosan' pada pengaturan tinggi.

Jika menginginkan yang lebih baik, bisa mempertimbangkan seri GeForce GTX 1050 Ti. Namun tentu dengan harga yang berbeda.

Selanjutnya, seri GTX 1060 menjadi pilihan yang akan 'menelan' seluruh game 1080p. Nilai terbesar yang diperoleh dari seri ini secara khusus diperuntukan bagi pengguna laptop dengan headset virtual reality (VR).

Namun perlu diingat, selain memilih model GPU, Anda juga harus memperhatikan jumlah memori video (VRAM) yang mendukungnya. Laptop berbasis GTX 1060 secara garis besar akan dibekali kapasitas 3GB atau 6GB. Detail ini akan menjadi penting jika Anda membutuhkan VRAM dengan kapasitas minimum tertentu atau ingin bermain games yang 'lapar' akan VRAM.

Bagi yang menginginkan laptop gaming yang mobile alias mudah dibawa kemana-mana, mungkin bisa mempertimbangkan teknologi Max-Q Design yang diperkenalkan Nvidia tahun 2017. Ini sejatinya adalah chip GeForce yang diperingkas, lebih tipis dan ringan, namun mengorbankan sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan kinerja chip 'asli'nya.

Prosesor - Penting, Namun Jangan Berlebihan

Berbagai game hari-hari ini, terutama kategori MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Game - permainan peran yang melibatkan ribuan gamer secara bersama di dunia maya) atau strategi real-time, cenderung membutuhkan prosesor dengan level lebih tinggi.

Pada sebagian besar kasus, notebook gaming tidak lagi dibekali prosesor dual-core, mengingat beberapa game AAA membutuhkan minimal prosesor quad-core.

Dengan kehadiran generasi terbaru CPU Intel, Anda akan mendapatkan energi berlimpah bahkan dari Core i5 generasi kedelapan. Artinya, kehadiran Core i7 generasi yang sama, yang sebenarnya merupakan prosesor six-core, akan cukup memboroskan budget terbatas yang dimiliki seorang gamer.

Kesimpulannya, agar lebih ekonomis, laptop gaming yang dibekali chip Core i5 atau Core i7 dengan empat inti merupakan pilihan yang tepat.

Bagaimana dengan AMD? Solusi grafis on-chip dari perusahaan ini lewat prosesor seri A8, A10, dan A12 cukup bagus (sebagai grafis yang terintegrasi).

Sepertinya agak sulit mencari laptop murah berbasis AMD yang dibekali grafis secara khusus. Menambahkan GPU hanya akan membuat harganya melonjak.

Memori - Delapan Saja Cukup

Bagi gamer dengan budget terbatas, kapasitas RAM 8GB menjadi pilihan terbaik. Besaran RAM tersebut sudah sangat memadai untuk sebagian besar penggunaan moderat dan game mainstream.

Yang perlu dipertimbangkan selanjutnya adalah apakah RAM tersebut nantinya dapat di upgrade. Meskipun Anda dapat meningkatkan memori nantinya, namun laptop kemungkinan dilengkapi modul memori yang melengkapi kedua slot, yang artinya untuk meng-upgrade Anda harus mengganti keduanya.

Penyimpanan - Pentingnya SSD

Pada umumnya, Anda akan menemukan paduan hard drive biasa dan solid-state drives (SSD) di laptop gaming berharga ekonomis. Model layar 15,6 inci kemungkinan dibekali SSD berkapasitas lebih kecil sebagai boot drive, dipadu penyimpanan sekunder berupa hard drive biasa, kendati paduan ini biasanya lebih ditemukan di laptop berukuran 17 inci.

Laptop gaming dengan paduan SSD dan hard drive bisa dibilang yang terbaik di sisi penyimpanan. Untuk kinerja gaming, sub sistem penyimpanan akan berdampak pada waktu memuat permainan dan perubahan tingkat game. Apalagi untuk game dengan sistem MMORPG dimana lingkungan yang sangat besar akan dimuat secara real-time.

Kesimpulannya, di bagian ini, memilih menggunakan SSD sebagai boot drive adalah tepat.

Layar - Ukuran, Resolusi, Tingkat Refresh, dan Jenis Panel

Memiliki laptop gaming dengan ukuran layar jumbo, seperti 17 inci, tidak selalu menyenangkan, terlebih untuk gamer yang mobile. Memang sih, dengan ukuran layar 15 inci pun tidak berarti laptop gaming tersebut mudah dibawa jalan-jalan setiap hari, namun setidaknya akan mempermudah pengaturannya.

Di sisi resolusi, 1920 x 1080 pixel (atau biasa disebut 1080p) merupakan pilihan yang wajar untuk laptop gaming ber-budget terbatas serta mesin gaming yang mainstream. Lebih banyak pixel akan membutuhkan lebih banyak tenaga grafis dan pembuat laptop gaming yang cerdas tidak akan membekali laptop dengan layar yang tidak sesuai dengan GPU-nya.

Perlu diingat, selain berdampak pada harga, layar dengan resolusi di atas HD akan memboroskan daya baterai serta pada umumnya tidak menampilkan yang terbaik saat dipadukan dengan chip grafis versi 'hemat'.

Selanjutnya, tingkat refresh yang biasanya menggunakan ukuran hertz (Hz). Kebanyakan layar laptop menggunakan kapasitas 60Hz, yang artinya dapat memuat ulang gambar di layar 60 kali perdetik dan dapat menampilkan hingga 60 frame per detik dalam kinerja in-game.

Beberapa notebook dibekali layar dengan tingkat refresh hingga 75Hz, 120 Hz, dan di atasnya. Ini sangat dibutuhkan untuk permainan yang sangat cepat dan pada umumnya dimainkan secara kompetitif di dunia online seperti DOTA 2, Overwatch, dan Global Offensive.

Terakhir, jenis panel. Sebisa mungkin pilih panel in-plane switching (IPS), yang akan menghadirkan sudut pandang serta warna terbaik di layar. Terkadang dalam rangka menghemat, beberapa gamer memilih menggunakan panel twisted nematic (TN) dengan sudut pandang yang lebih sempit namun lebih responsif.

Keyboard - Penataan dan Cahaya

Salah satu ciri laptop gaming adalah lampu berwarna-warni yang melatari tombol keyboard-nya. Namun laptop gaming harga hemat sebagian besar akan menghadirkan keyboard dengan lampu latar satu warna.

Selanjutnya, penataan tombol keyboard juga dapat dipertimbangkan. Keyboard dengan tombol panah yang dikelompokan dalam grup terisolasi atau mengutamakan tombol-tombol WASD dengan sangat baik, entah dengan warna tombol berbeda atau latar lampu yang lebih tebal, cocok untuk lebih dipertimbangkan.

Juga, karena laptop gaming ekonomis umumnya mengusung layar 15,6 inci, coba dicek apakah ada pad angka khusus di sebelah kanan area utama. Sebagian keyboard di laptop ukuran ini menyediakan area khusus untuk tombol angka, sebagian lagi tidak.

Berikut beberapa pilihan laptop gaming harga ekonomis terbaik 2018:

Asus TUF Gaming FX504G
Layar 15,6 inci, Prosesor Intel Core i7-8750H, RAM 4GB, Penyimpanan HDD 1TB
Harga: Rp 13 jutaan

Acer Nitro 5 (2018)
Layar 15,6 inci, Prosesor Intel Core i5-8300H, RAM 8GB, Penyimpanan HDD 1TB
Harga: Rp 15 jutaan

Lenovo Legion Y530 (Nvidia GTX 1050)
Layar 15,6 inci, Prosesor Intel Core i5-8300H, RAM 8GB, Penyimpanan HDD 1TB
Harga: Rp 15,5 jutaan

Dell G3 15
Layar 15,6 inci, Prosesor Intel Core i7-8750H, RAM 8GB, Penyimpanan HDD 1TB + SSD 128GB
Harga: Rp 15,5 jutaan

Asus ROG GL753VD
Layar 17,3 inci, Prosesor Intel Core i7-7700HQ, RAM 16GB, Penyimpanan HDD 1TB + SSD 128GB
Harga: Rp 17,5 jutaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here