Manfaat Miliki Ibu Pekerja Bagi Masa Depan Anak-Anak

118

PengenTau.ID - Seorang anak yang bertumbuh bersama ibu pekerja berpotensi besar mendapatkan sejumlah dampak positif di masa depan. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada bulan April dalam jurnal 'Work, Employment, and Society' setelah penelitian awal sebelumnya dirilis tahun 2015. PengenTau seperti apa hasilnya?

Sebuah tim peneliti dari Amerika Serikat dan UK menganalisa data pada lebih dari 100 ribu pria dan wanita lintas 29 negara untuk mengungkapkan apakah seorang ibu yang memiliki status karyawan (bekerja) memiliki keterkaitan terhadap masa depan anak-anaknya saat beranjak dewasa.

Seperti dilansir dari CNN, hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa anak perempuan yang dibesarkan bersama ibu pekerja lebih berpeluang memiliki karir yang sukses di masa depan. Sedangkan anak laki-laki yang bertumbuh dalam asuhan ibu pekerja akan lebih banyak meluangkan waktu untuk merawat anggota keluarganya saat telah dewasa, demikian menurut penelitian tersebut.

Baca Kisah Inspiratif: Pasangan Ini Menikah 67 Tahun Dan Meninggal Dunia Nyaris Berbarengan!

Sebagai tambahan, penelitian tidak menunjukan adanya hubungan signifikan antara ibu dengan status pekerja dengan kondisi keceriaan anak-anaknya setelah beranjak dewasa. Dengan kata lain, anak-anak sama gembiranya saat dewasa seperti anak-anak yang mendapat perawatan penuh dari seorang ibu rumah tangga.

"Penelitian ini tidak mengatakan bahwa anak-anak dari ibu yang bekerja adalah orang-orang yang lebih bahagia dan lebih baik, dan ini tidak mengatakan bahwa (anak-anak dari) ibu pekerja lebih baik," kata Kathleen McGinn, seorang profesor dari Harvard Business School dan pimpinan penelitian tersebut, kepada CNN Money di tahun 2015.

"Apa yang dikatakan adalah, anak perempuan sepertinya akan lebih mendapat pekerjaan. Dan anak laki-laki menghabiskan lebih banyak waktu di rumah," tambahnya.

Penelitian tersebut didasari pada data yang dilaporkan sendiri dari dua survei sosial lintas negara: "Family Changing Gender Roles' dari International Social Survey Programme tahun 2002 dan 2012, dan 'Generations and Gender Survey' dari Generations and Gender Programme yang dilaksanakan dalam dua gelombang mulai 2002 hingga 2013.

Data International Social Survey Programme

Menurut data dari International Social Survey Programme, peluang anak perempuan yang dirawat oleh ibu pekerja untuk mendapatkan pekerjaan adalah 1,21 kali lebih besar dibandingkan mereka yang dirawat oleh seorang ibu rumah tangga.

Sementara wanita pekerja yang dibesarkan oleh ibu pekerja akan memiliki peluang 1,29 kali lebih besar untuk memimpin karyawan lain dalam pekerjaan, menghabiskan waktu 44 menit lebih banyak dalam pekerjaannya, dan dilaporkan memiliki pendapatan tahunan yang jumlahnya lebih tinggi secara signifikan.

Untuk pria, status ibu pekerja tidak secara signifikan mempengaruhi hasil pekerjaannya. Sebaliknya, pria yang dibesarkan oleh ibu pekerja akan menghabiskan 50 menit lebih lama dalam sepekan untuk merawat anggota keluarganya dibandingkan mereka yang diasuh ibu rumah tangga

Data Generations and Gender Programme

Sementara data dari Generations and Gender Programme mengungkapkan bahwa peluang wanita yang ibunya bekerja untuk mendapat pekerjaan ketika berusia 15 tahun adalah 1,19 kali lebih besar dan 1,17 kali lebih berpeluang untuk mengawasi karyawan lainnya.

Data tersebut juga memperlihatkan bahwa pria yang dibesarkan oleh ibu pekerja secara umum akan lebih melibatkan diri dalam pengasuhan anak-anaknya.

Menarik diketahui Ternyata! Jangkrik Ikutan Jadi Tren Kesehatan Dan Kebugaran Tahun 2018.

Batasan Penelitian

Batasan dari penelitian ini termasuk penggunaan data yang berbasis respons survei data yang dilaporkan sendiri dan masih banyak penelitian yang dibutuhkan untuk mengevaluasi perubahan yang tengah berlangsung dalam peran gender, secara para peneliti mengeksplorasi yang berkaitan hanya dengan ibu pekerja.

Secara keseluruhan, pihak peneliti menuliskan, "penemuan ini menambah semakin banyak penelitian yang memberikan tandingan terhadap keyakinan kokoh dan retorika bahwa perempuan bekerja memberikan dampak negatif terhadap keluarga dan lingkungan mereka."

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.