9 Cara Mudah Hasilkan Foto Pesta Kembang Api Spektakuler

68

Tahun baru segera tiba. Pesta kembang api pun akan hadir sebagai tradisi untuk memeriahkan penutupan tahun.

Meski indah dipandang, namun menghasilkan foto ledakan kembang api nan indah merupakan tantangan tersendiri. Kerapkali hasilnya terlihat buram dengan eksposur yang tidak akurat.

Berikut tips 9 cara mudah untuk hasilkan foto kembang api yang spektakuler:

Pilih Lokasi Yang Tepat

Lokasi foto pesta kembang api

Memilih lokasi yang tepat sangat penting untuk dapat menghasilkan foto kembang api yang indah. Jangan lupa, pemilihan lokasi harus disesuaikan dengan focal length terbaik dari lensa kamera Anda.

Untuk itu, sebaiknya Anda datang ke lokasi minimal setengah jam lebih awal sebelum dimulainya pesta kembang api. Coba perkirakan dimana posisi ledakan kembang api akan terlihat indah. Lalu bayangkan komposisi apa yang akan tampil dari beragam lokasi.

Anda juga bisa memanfaatkan berbagai kondisi lingkungan untuk mempercantik hasil foto, seperti pantulan cahaya ledakan di air atau foto kembang api di atas kota.

Setelah menemukan lokasi yang tepat, gunakan sisa waktu untuk mempersiapkan peralatan foto.

Salah satu hal tersulit dalam memotret pesta kembang api adalah mengatur kamera agar secara akurat menyasar bagian langit tertentu di waktu yang tepat. Ini terutama sulit jika Anda menggunakan focal length yang lebih panjang dan mencoba membidik potongan foto yang lebih sempit.

Tripod Adalah Wajib

Kehadiran tripod sangat dibutuhkan untuk membidik foto kembang api yang jernih dan tajam, terutama ketika menggunakan lensa yang lebih panjang. Apakah kamera Nikon atau Canon versi DSLR ataupun kamera mirrorless, penggunaan tripod tetap merupakan salah satu tips terbaik di dunia fotografi.

Gunakan Tripod Kamera

Tripod juga memungkinkan Anda menggunakan kecepatan rana yang lebih lambat. Ini dibutuhkan untuk meningkatkan kreatifitas, serta dapat menangkap garis-garis cahaya panjang saat partikel yang bersinar menyebar ke langit malam.

Jika tidak punya tripod dan tidak keburu membeli, masih ada cara lain untuk menjaga kestabilan kamera. Banyak kamera dan lensa saat ini yang menawarkan fitur image stabilization, yang memungkinkan Anda membidik dengan shutter speed di bawah sepersepuluh detik.

Manfaatkan Remote Shutter Release

Salah satu cara untuk memastikan posisi kamera tetap diam saat membidik pesta kembang api adalah melengkapinya dengan perangkat Remote Shutter Release. Perangkat ini bervariasi, namun hampir sebagian besar kamera memiliki aksesoris tertentu.

Banyak kamera baru akhir-akhir ini yang dilengkapi Wi-Fi atau Bluetooth. Lewat fitur tersebut, Anda dapat mengaktifkan shutter dari jarak jauh dengan menggunakan aplikasi smartphone.

Cara lain untuk membidik foto tanpa menyentuh kamera adalah menggunakan timer. Namun Anda benar-benar harus memperhitungkan waktu dengan teliti kapan ledakan kembang api akan mewarnai langit.

Baca juga: Trik Foto Dengan Hp, 6 Langkah Hasilkan Gambar Cantik

Remote Shutter Release dengan smartphone

Pengaturan Shutter Speed

Kembang api bergerak dengan sangat cepat dalam hitungan detik. Dan foto terbaik akan mampu menangkap gerakan tersebut dengan sempurna, yang artinya Anda butuh eksposur panjang.

Trik untuk dapat menangkap sepenuhnya pergerakan kembang api di langit adalah dengan menggunakan mode 'Bulb'. Jangan gunakan kecepatan rana yang sudah diatur sebelumnya.

Pada mode 'Bulb', Anda dapat mengendalikan shutter speed dengan menahan tombol shutter. Kamera akan terus merekam hingga Anda melepaskannya.

Pengaturan 'Bulb' dalam kamera memungkinkan untuk membidik kembang api tanpa mengetahui berapa lama ledakan berikutnya akan berlangsung.

Untuk menggunakan mode 'Bulb', Anda harus mengubah kamera ke mode manual. Putar shutter speed hingga ditemukan huruf 'B' atau 'Bulb' di dekat tampilan shutter speed.

Setelan Eksposur (ISO dan Aperture)

Karena menggunakan shutter speed panjang serta cerahnya tampilan kembang api, maka Anda sebaiknya memilih ISO terendah yang ada di kamera. Biasanya ISO terendah antara ISO 100 atau 200.

Atur ISO

Secara umum, nilai eksposur yang tepat untuk memotret kembang api sangat bervariasi. Hal ini berdasarkan kondisi cahaya di sekitar lokasi serta seberapa banyak ledakan kembang api yang terjadi dalam satu waktu.

Rentang aperture menengah hingga kecil merupakan pilihan terbaik untuk membidik keindahan kembang api, kurang lebih antara f/8 hingga f/16. Lakukan penyesuaian saat memotret, turunkan angka f jika hasil foto terlalu gelap dan sebaliknya, gunakan angka f yang lebih besar, misalkan f/11 atau f/13, jika terlalu cerah.

Gunakan Fokus Manual

Kamera tidak dapat fokus dalam kondisi gelap. Artinya, kamera tidak dapat fokus ke kembang api yang belum meledak. Untuk itu, pilihan terbaik adalah Anda harus melakukan fokus secara manual.

Pada umumnya lensa DSLR dan beberapa lensa di kamera mirrorless memiliki skala jarak pada cincin fokus atau di jendela terpisah. Ubah kamera Anda ke fokus manual, kemudian sesuaikan fokus lensa hingga jarak meter menampilkan simbol tak terbatas (infinity).

Mengingat lokasi ledakan kembang api terjadi pada jarak yang cukup jauh, maka pengaturan tersebut nyaris selalu berhasil. Namun saat kembang api mulai meledak, pastikan Anda mengecek hasil bidikan pertama dan memperbesarnya.

Jika kembang api terlihat terlalu soft, Anda mungkin harus menarik fokus sedikit lebih dekat.

Baca juga: 7 Perbedaan iPhone XS vs iPhone XR, Mana Pilihan Terbaik?

Fokus Kamera secara Manual

Matikan Flash

Flash atau lampu kilat tidak akan bermanfaat saat memotret kembang api kecuali untuk mengelabui kamera agar berpikir bahwa kamera butuh waktu pencahayaan yang singkat.

Perlu diingat, lampu kilat pada kamera hanya menjangkau beberapa meter saja. Sehingga tidak ada gunanya kecuali dapat menimbulkan efek asap yang akan menganggu hasil foto cahaya kembang api yang sesungguhnya.

Untuk itu, matikan lampu kilat di kamera Anda melalui sistem menu sebelum memotret kembang api.

Tinjau Hasil Foto

Jangan lupa untuk secara berkala meninjau hasil foto di tengah kegiatan memotret. Pada umumnya foto yang sempurna tidak akan dihasilkan dari bidikan pertama.

Mengecek hasil foto pertama serta beberapa foto lainnya secara berkala sangat dibutuhkan agar mendapatkan pengaturan yang tepat di kamera Anda. Namun tidak perlu melakukan pemeriksaan setiap kali memotret agar Anda tidak melewatkan peluang emas untuk mendapatkan momen terbaik.

Anda dapat mengecek foto lewat tampilan di layar LCD, perbesar gambar dan cek fokus manual, serta cek eksposur dan sesuaikan aperture hingga diperlukan. Gunakan angka f yang lebih besar jika hasil foto terlalu terang dan sebaliknya, angka f yang lebih kecil jika terlalu gelap.

Lakukan Variasi Penyesuaian

Jika belum puas dengan hasilnya setelah membidik serangkaian foto, maka Anda dapat mencoba variasi baru. Diantaranya dari wide-angle dan close-up ke langit Anda dapat beralih dengan menggunakan zoom atau mengganti lensa.

Selain itu, jika pesta kembang api berlangsung cukup lama, Anda dapat coba mencari spot foto baru. Namun pastikan pergerakan Anda tidak mengganggu orang lain.

Pesta Kembang Api

Anda juga dapat memilih mode burst untuk mendapatkan banyak foto dalam satu waktu. Sesuaikan eksposur di kamera mengingat akan lebih banyak cahaya yang masuk saat menggunakan multiple burst.

Setelah selesai memotret, jika menggunakan versi RAW, selanjutnya Anda dapat menyempurnakan hasil foto dengan menggunakan foto editor. Penyesuaian kontras, saturasi, serta vibrance sangat bermanfaat dalam menghasilkan foto kembang api yang indah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.