Hindari Pajak Progresif, Ini Cara Blokir Nama di STNK Mobil (Motor) Usai Dijual

96

Apakah kamu pernah mengalami ketika mau membayar pajak kendaraan bermotor (mobil atau motor) tapi harus mengeluarkan uang lebih besar karena terkena pajak progresif?

Masalah ini umum terjadi kepada mereka yang sudah menjual kendaraan lamanya dan tidak langsung balik nama ke pemilik baru atau memblokir nama Anda pada STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) kendaraan tersebut.

Perlu diketahui, besaran biaya pajak progresif pada kendaraan cukup besar. Jadi jika nama Anda tercatat di STNK sebagai pemilik lebih dari satu kendaraan, maka kendaraan yang kedua hingga kelima akan dikenakan pajak progresif.

Pada artikel ini kamu akan mengulas lebih mendalam tentang Pajak Progresif Kendaraan, Apa kerugian jika Anda tidak langsung blokir STNK setelah menjual motor atau mobil, dan cara blokir nama di STNK.

Cara Blokir Nama di STNK Mobil (Motor) Usai Dijual

Sebelum lebih jauh, dibawah ini kami sertakan berapa prosentasi Dasar Pengenaan Pajak (DPP) kendaraan progresif yang berlaku di Jakarta, Bandung, Surabaya. Pemerintah daerah memiliki kewenangan menentukan sendiri besaran DPP Masing-masing berdasarkan harga pasaran kendaraan di wilayah tersebut.

Ada lima persentasi biaya pajak progresif (PKB) yang ditetapkan untuk DKI Jakarta dan sekitarnya. Pemilik nama di STNK untuk satu kendaraan dikenakan biaya 2%. Untuk 2 kendaraan naik 0.5%, dan seterusnya paling banyak pajak 4% jika nama Anda tercatat memiliki 5 atau lebih kendaraan di STNK.

Besaran Pajak Progresif Untuk Kendaraan Bermotor

  • Kepemilikan kendaraan bermotor pertama sebesar 2%
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kedua sebesar 2,5%
  • Kepemilikan kendaraan bermotor ketiga sebesar 3 %
  • Kepemilikan kendaraan bermotor keempat sebesar 3,5%
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kelima dan seterusnya 4%

Banyak atau sedikit? tergantung jumlah pajak yang harus dibayarkan. Jika nilai pajak berupa mobil tentu akan sangat memberatkan kantong. Ya, kalau anda benar-benar memiliki kendaraan tersebut dan menggunakannya.

Bagaimana jika yang harus anda bayar pajak progresif-mya ternyata dari kendaraan yang sudah dijual atau pindah tangan ke orang lain? Tentu akan sangat menyesakkan dada.

Oleh sebab itu jalan satu-satunya adalah balik nama di STNK saat menjual mobil atau motor, atau blokir nama Anda di STNK kendaraan yang terjual. Bagaimana caranya?

Blokir Nama di STNK Kendaraan

Memblokir nama Anda di STNK kendaraan yang sudah terjual ternyata sangat mudah. Menurut Kasubdit Regident Polda Metro Jaya AKBP Sumardji kepada Kompas, Rabu (26/12/2018), cara blokir nama di STNK sangat gampang.

Pemilik kendaraan yang telah menjual motor atau mobil supaya langsung darang ke Samsat untuk melapor. Dokumen yang dibawah untuk blokir STNK hanya surat pernyataan bahwa mobil atau motor yang tertera di STNK sudah dijual, KTP, dan KK (Kartu Keluarga)

Pemilik kendaraan lama bahkan tidak perlu membawa bukti diri pembeli atau STNK asli kendaraan yang telah dijual tersebut. Artinya Anda akan terhindar dari mengeluarkan biaya tambahan tak terduga akibat dari pajak progresif.

"Hanya membawa surat itu saja, tidak perlu membawa STNK atau data diri pembeli mobil yang mereka jual itu. Kalau seperti itu, Anda juga bisa bebas dari pajak progresif, banyak keuntungannya," ujar Sumardji.

Sejauh ini, blokir STNK mobil atau motor belum bisa secara online. Jika kami rangkum, maka proses blokir kendaraan ada beberapa tahap.

  1. Datang ke SAMSAT tempat kendaraan terdaftar
  2. Menuju ke bagian Blokir Pajak Progresif
  3. Membawa Surat Pernyataan Kendaraan sudah dijual
  4. Membawa Kartu Keluarga Asli & fotokopi Kartu Keluarga
  5. Membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli & fotokopi KTP dari pemilik kendaraan yang sesuai di STNK
  6. Siapkan data kendaraan yang akan diblokir (Fotokopi STNK), jika tidak ada minimal masih ingat jenis kendaraan & plat nomor kendaraan
  7. Mengisi formulir pemblokiran STNK atas nama Anda dan tandatangan diatas materai Rp 6000
  8. Membawa surat kuasa, Kartu Keluarga dan KTP serta fotokopinya dari penerima kuasa (jika diwakilkan).

Yang Terjadi Pada Pembeli Kendaraan Second

Jika pada saat terjadi jual beli kendaraan tidak langsung diikuti proses balik nama STNK, apa yang terjadi pada pembeli motor atau mobil second (2nd) ketika kendaraan yang dibelinya telah diblokir oleh pemilik lama?

Pemiliki baru kendaraan seken tersebut otomatis harus melakukan balik nama (BBN) ketika akan memperpanjang STNK tahunan. Pihak Samsat akan melakukan registrasi ulang nomor kendaraan atas nama pemilik baru dan menerbitkan ulang BPKB (ganti nomor plat).

Letak Tanda Pajak Progresif di STNK

Lalu bagaimana mengetahui bahwa Anda tidak terkena Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Progresif yang kedua dan seterusnya?

Di STNK sebenarnya ada kode tanda Pajak Progresif. Jika tertulis 001 berarti Anda memiliki kendaraan pertama. Letak tanda kode Pajak Progresif ada dibagian belakang STNK.

Sekarang lihat STNK Anda, cari Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/ BBN-KB dan SWDKLLJ yang berwarna cokelat. Pada bagian kanan, di atas besaran PKB, BBN-KB, dan lain-lain, ada kotak pertama yang berisi kode-kode.

Jika tidak ada, coba cari tanda tersebut di tulisan dekat "Berlaku Sampai". Disamping kotak kadang ada tulisan kode 001 yang artinya Anda baru memiliki satu kendaraan dan hanya dikenakan pajak 2 persen.

Kode angka akan bertambah untuk kendaraan kedua, ketiga, dan seterusnya hingga 17 (002, 003, 004, dst).

Demikianlah artikel tentang Hindari Pajak Progresif, Ini Cara Blokir Nama di STNK Mobil (Motor) Usai Dijual. Semoga bermanfaat!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.